TRANSLASI MATA UANG ASING
TRANSLASI MATA UANG ASING
Disusun Oleh:
Anggie Mardhiyana (21213019)
KELAS 4EB28
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
Mata Kuliah: Akuntansi Internasional
Dosen: Budiasih, SE, MM
Universitas Gunadarma
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Translasi tidak sama
dengan konversi atau pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara
fisik. Translasi hanya perubahan satuan unit moneter, seperti halnya sebuah
neraca yang dinyatakan dalam pound inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen
dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi
terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi
Saldo – saldo dalam
mata uang asing ditranslasikan menjadi nilai ekuivalen mata uang domestik
berdasarkan kurs nilai tukar valuta asing yaitu harga satu unit suatu mata uang
yang dinyatakan dalam mata uang lainnya. Mata uang Negara dagang utama dibeli
dan dijual dalam pasar global. Dengan dihubungkan lewat jaringan telekomunikasi
yang canggih, para pelaku pasar mencakup bank dan perantara mata uang lainnya,
kalangan usaha, para individu, dan pedagang professional.
Transaksi mata uang
asing terjadi pada pasar spot, forward, atau swap. Mata uang yang dibeli atau
dijual pada spot umumnya harus dikirimkan secepatnya, yaitu dalam waktu 2 hari
kerja. Kurs pasar spot dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk perbedaan
tingkat inflasi antar Negara, perbedaan suku bunga nasional dan ekspektasi
terhadap arah nilai tukar di masa mendatang. Transaksi pada pasar forward
adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah
tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi pada
pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau premium dari kurs spot.
Transaksi swap
melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot atau
pembelian forward, atas suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering
memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga
yang lebih tinggi di suatu Negara asing, dalam kesempatan yang sama melindungi
diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari kurs nilai tukar valuta
asing.
Sehubungan dengan hal
diatas, maka pada makalah ini kami akan membahas mengenai “Translasi Mata Uang
Asing”
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk
mengetahui secara lebih mendalam mengenai translasi mata uang asing.
1.3 Manfaat
Dalam makalah ini diharapkan dapat memberikan
manfaat kepada beberapa pihak, yaitu:
1. Bagi
Penulis
Bagi pihak penulis makalah ini diharapkan bermanfaat
sebagai bagian dari proses belajar, dan juga diharapkan akan menambah
pengetahuan penulis dalam meningkatkan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan
yang diperoleh dan dipelajari selama penulis menuntut ilmu di lingkungan
kampus.
2. Bagi
Pembaca / Pihak Lain
Sebagai bahan bacaan untuk menambah wawasan dan
pengetahuan mengenai translasi mata uang.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Translasi Mata Uang
Perusahaan dengan
operasi luar negeri yang signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang
memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistik
atas operasi perusahaan, baik domestik dan luar negeri. Untuk mencapai hal ini,
laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang
asing disajikan ulang dengan mata uang pelaporan induk perusahaan. Proses
penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya
disebut sebagai translasi.
Dalam translasi mata
uang asing terdapat beberapa istilah yaitu:
a. Konversi,
merupakan pertukaran suatu mata uang ke dalam mata uang lain.
b. Kurs
kini, merupakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal laporan keuangan yang
relevan.
c. Posisi
aktiva bersih yang beresiko, merupakan kelebihan aktiva yang diukur dalam atau
berdenominasi dalam mata uang asing dan di translasikan dengan menggunakan kurs
kini dari kewajiban yang diukur atau berdenominasi dalam mata uang asing dan
ditranslasikan dengan menggunakan kurs kini.
d. Kontrak
pertukaran forward, merupakan suatu perjanjian untuk mempertukarkan mata uang
dari Negara yang berbeda dengan menggunakan kurs tertentu (kurs forward) pada
tanggal tertentu di masa depan.
e. Mata
uang fungsional, merupakan mata uang utama yang digunakan oleh suatu perusahaan
dalam menjalankan kegiatan usaha. Biasanya mata uang tersebut adalah mata uang
Negara dimana perusahaan itu berlokasi.
f. Kurs
historis, merupakan kurs nilai mata uang asing yang digunakan pada saat suatu
aktiva atau kewajiban dalam mata uang asing dibeli atau terjadi.
g. Mata
uang pelaporan, merupakan mata uang yang digunakan perusahaan dalam menyusun
laporan keuangan.
h. Kurs
spot, merupakan nilai tukar untuk pertukaran mata uang dalam waktu segera.
i.
Penyesuaian translasi, merupakan
penyesuaian yang timbul dari proses translasi laporan keuangan dari mata uang
fungsional suatu perusahaan menjadi mata uang pelaporannya.
2.2 Alasan – Alasan Melakukan Translasi
Adapun beberapa alasan mengapa transalasi harus
dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Agar
para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistik atas operasi
perusahaan, baik domestik dan luar negeri.
b. Translasi
mata uang asing merupakan tantangan bagi perusahaan multinasional untuk
menyediakan pengungkapan informasi keuangan, karena banyak metode translasi
yang dapat digunakan yang menyebabkan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan
kerugian translasi.
c. Translasi
juga dapat digunakan untuk memberikan kemudahan bagi pembaca laporan keuangan,
praktek ini sering disebut sebagai translasi kemudahan (Confenience).
d. Kurs
nilai tukar variable, yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi
yang dapat digunakan yang menyebabkan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan
kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan
perusahaan lain, atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari suatu
periode ke periode lain sulit dilakukan.
e. Untuk
mencatat transaksi mata uang asing, mengukur resiko suatu perusahaan terhadap
pengaruh perubahan mata uang dan berkomunikasi dengan para pihak berkepentingan
dari luar negeri.
f. Meluasnya
peningkatan kebutuhan untuk menyampaikan informasi akuntansi mengenai suatu
perusahaan yang berdomisili di satu negara kepada pengguna di negara lain, yang
timbul dengan tujuan untuk mencatatkan sahamnya di suatu bursa efek luar
negeri, melakukan akuisisi atau usaha patungan dengan pihak asing, atau ingin
mengkomunikasikan hasil operasi dan posisi keuangan kepada para pemegang saham
asingnnya.
2.3 Latar Belakang Dan Terminologi
Translasi tidak sama
dengan konversi (pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik),
translasi hanya perubahan satuan unit moneter. Seperti halnya sebuah neraca
yang dinyatakan dalam poundsterling Inggris disajikan ulang ke dalam nilai
ekuivalen dolar AS, tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada
transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi
Transaksi mata uang
bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward atau pasar swap.
a. Kurs
pasar spot dipengaruhi berbagai faktor, termasuk juga perbedaan tingkat inflasi
antar Negara, perbedaan pada saham nasional dan espektasi mengenai arah tingkat
mata uang selanjutnya, kurs ini bersifat langsung atau tidak langsung.
b. Kurs
pada pasar forward adalah persetujuan untuk mentranslasikan sejumlah mata uang
yang telah ditetapkan untuk masa yang akan dating. Transaksi pada pasar forward
mendapatkan potongan atau premi dari pasar spot atau sebagai tingkat pasar
forward.
c. Transaksi
kurs swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward yang simultan atau
penjualan forward yang simultan atau penjualan spot dan pembelian forward mata
uang.
Jika nilai tukar mata
uang asing relatif stabil, translasi mata uang asing keuangan tidak akan sulit
daripada mentranslasikan perinchi atau kaki terhadap pedanaan metrik tersebut.
Bagaimanapun, nilai tukar tidak pernah stabil. Sistem keuangan pada kebanyakan
negara industri sangat bebas dalam menentukan nilai mereka sendiri pada pasar
saham.
2.4 Pengaruh Alternatif Kurs Translasi Terhadap
Laporan Keuangan
Dalam melakukan
translasi saldo dalam mata uang asing menjadi mata uang domestik dapat
digunakan 3 nilai tukar yaitu antar lain:
a. Kurs
kini (current) adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan
b. Kurs
historis (historical) adalah nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata unag
asing pertama kali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam dalam mata uang
asing pertama kali terjadi.
c. Kurs
rata-rata (average) adalah rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai
tukar kini.
Pada saat mempertimbangkan
keuntungan dan kerugian nilai tukar, penting untuk membedakan antara keuntungan
atau kerugian dari transaksi dan tranlasi. Suatu transaksi yang direalisasi
menimbulkan keuntungan dan kerugian yang nyata. Secara umum para akuntan menyetujui
bahwa keuntungan dan kerugian seperti itu harus tercermin secepatnya dalam
laba. Sebaliknya, penyesuain translsasi bersifat belum direalisasi atau masih
diatas kertas.
Kegiatan operasional
yang memberikan keuntungan sebelum transaksi mata uang asing mungkin akan mengalami
kerugian atau keuntungan yang menurun setelah translasi mata uang asing
2.5 Transaksi Mata Uang
Perbedaan karakteristik
pada transaksi mata uang asing adalah perjanjian yang dipengaruhi oleh mata
uang asing. Transaksi mata uang asing mungkin menggunakan satu mata uang akan
tetapi dihitung dengan mata uang lain. Untuk mengerti alasannya, pertama-tama
pertimbangkan gagasan mengenai mata uang fungsional.
FAS No. 52 keputusan
pihak yang berwenang AS pada akuntansi untuk mata uang asing, mengamanatkan
persyaratan untuk transaksi mata uang asing.
a. Pada
tanggal transaksi diakui, setiap aset, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan
atau kerugian yang muncul harus dihitung dan dicatat dalam mata uang fungsional
dalam catatan secara keseluruhan dengan pengaruh nilai tukar pada saat itu.
b. Pada
setiap tanggal neraca, neraca tercatat yang menggunakan mata uang selain mata
uang fungsional ik pada pencatatan harus disesuaikan untuk menggambarkan nilai
tukar saat itu.
Terdapat dua cara untuk melakukan pembukuan bagi
keuntungan dan kerugian transaksi
a. Perspektif
Transaksi Tunggal, Pada transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar (baik stabil
atau tidak) dimasukkan sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal
dengan alasan bahwa transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal
b. Perspektif
Ganda, Pada perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang krona
mempertimbangkan kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan
pendapatan.
Untuk tujuan
keseragaman FAS No.52 membutuhkan metode pembukuan transaksi ganda untuk
transaksi mata uang asing.
2.6 Translasi Mata Uang
Perusahaan yang
beroperasi secara internasional menggunkan berbagai metode untuk menyatakan
aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban yang dinyatakan dalam mata uang asing menjadi
dalam mata uang domestik. Metode translasi ini dapat diklasifikasikan, yaitu:
a. Metode
Nilai Tukar Tunggal
Metode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal,
harga penutupan atau harga saat ini, terhadap semua saham dan mata uang asing.
Pendapatan dan beban mata uang asing secara umum ditranslasikan pada nilai
tukar yang berlaku saat item tersebut diakui.
b. Metode
Nilai Tukar Ganda
Metode nilai tukar ganda mengombinasikan kurs saat
ini dan kurs historis dalam proses translasi mata uang asingnya.
1.
Metode Current-Noncurrent
Pada metode
current moment, asset lancar yang dimiliki anak perusahaan pada saat itu
(contoh, asset yang biasanya bisa dikonversikan ke kas dalam satu tahun) dan
utang lancar (kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun) ditranslasikan ke
dalam mata uang induk perusahaan mereka pada laporan keuangannya dengan kurs
saat ini. Aset dan kewajiban noncurrent ditranslasikan pada kurs historis. Item
laporan laba rugi (kecuali untuk biaya depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan
pada aplikasi tingkat rata-rata operasional tiap bulan atau pada rata-rata
dasar tambahan yang mencakup seluruh periode dilaporkan. Biaya depresiasi dan
amortisasi ditranslasikan pada kurs historis dengan pengaruh saat modal yang
dimiliki didapatkan.
2.
Metode Moneter-Nonmoneter
Metode moneter-nonmoneter juga menggunakan skema
klasifikasi neraca untuk menentukan nilai tukar mata uang asing yang sesuai.
Asset dan kewajiban moneter (contoh, klaim dan kewajiban untuk membayar
sejumlah tagihan dengan mata uang dimasa yang akan datang) ditranslasikan dalam
kurs saat ini. Item nonmoneter (asset tetap, investasi jangka panjang dan
persediaan) ditranslasikan dalam kurs historis. Item laporan laba rugi
ditranslasikan dengan prosedur yang sama dengan yang dijelaskan untuk konsep
current-nonncurrent.
c. Metode
Kurs Sementara
Dengan metode kurs sementara, translasi mata uang
asing tidak mengubah sifat sebuah item yang dihitung. Hal tersebut hanya
mengubah unit perhitungan saja. Pada metode kurs sementara, item moneter
seperti kas, piutang dan utang ditranslasikan dalam kurs nilai saat itu. Item
nonmoneter ditranslasikan pada kurs yang menjadi dasar perhitungan awal. Secara
spesifik, asset yang dihitung harga perolehannya pada laporan dengan mata uang asing
ditranslasikan pada kurs historis.
Keuntungan
dan Kerugian Translasi Mata Uang :
a.
Penangguhan
Beberapa analisis
tentang penangguhan dengan dasar bahwa nilai tukar tidak akan berbalik dengan
sendirinya. Bahkan jika terjadi, penyesuaian karena nilai tukar penangguhan
dalam memprediksi perubahan nilai tukar adalah tugas yang paling sulit
b.
Penangguhan dan amortisasi
Beberapa perusahaan
menangguhkan keuntungan dan kerugian serta mengamortisasi penyesuaian melebihi
umur manfaatnya pada masa item neraca terkait. Pendekatan semacam ini terkadang
dikritik dengan dasar teori dan praktik
c.
Penangguhan sebagian
Pilihan ketiga dalam
akuntansi untuk keuntungan dan kerugian hasil translasi mata uang asing adalah
dengan mengakui kerugian segera saat terjadi, akan tetapi mengakui keuntungan
hanya jika terealisasi
d.
Tidak Ada Penangguhan
Pilihan laporan akhir
yang dilakukan oleh banyak perusahaan diseluruh dunia adalah untuk mengenali
secara cepat mengenai keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dalam
laporan laba-rugi
2.7 Perkembangan Akuntansi Translasi
Sebelum 1965
Praktik translasi
kebanyakan perusahaan AS dipandu oleh Accounting Research Bulletin (ARB No. 4)
yang kemudian diterbitkan kembali sebagai Bab 12 dalam ARB No. 43. Pernyataan
ini mendorong penggunaan metode kini-nonkini. Keuntungan atau kerugian
transaksi langsung dimasukan ke dalam laba. Keuntungan atau kerugian bersih
saling dihapuskan selama periode berjalan. Kerugian translasi bersih diakui
dalam laba tahun berjalan, sedangkan keuntungan translasi bersih ditangguhkan
dalam akun penundaan neraca dan digunakan untuk menghapuskan kerugian translasi
pada masa mendatang.
1965-1975
Bab 12 ARB No. 43
memperbolehkan pengecualian tertentu atas metode kini-nonkini. Dalam keadaan
tertentu, persediaan dapat ditranslasikan berdasarkan kurs historis. Utang
jangka panjang yang timbul Karena pembelian aktiva jangka panjang dapat
ditranslasikan berdsarkan kurs kini apabila terjadi perubahan kurs nilai tukar
besar (dan dianggap tetap). Setiap berbedaan akuntansi disebabkan oleh
penyajian ulang utang diperlakukan sebagai bagian dari biaya perolehan aktiva.
Menstralasikan seluruh utang dan piutang dalam mata uang asing berdasarkan kurs
kini diperbolehkan setelah Accounting Principle Board Opinion No. 6 dikeluarkan
pada tahun 1965. Perubahan terhadap ARB No. 43 kini memberikan pilihan
translasi yang lain bagi perusahaan.
1975-1981
Untuk mengakhiri
keaneragaman perlakuan yang diperbolehkan menurut standar translasi sebelumnya,
FASB mengeluarkan FAS No.8 yang kontroversial pada tahun 1975. Penangguhan
keuntungan dan kerugian translasi tidak diperbolehkan lagi. Keuntungan dan
kerugian translasi dan transaksi mata uang asing harus diakui dalam laba selama
periode perubahan kurs nilai tukar.
Reaksi perusahaan
terhadap FAS 8 beraneka ragam. Beberapa pihak mendukung dasar teori yang
digunakan, sedangkan banyak yang lain mengecam karena distorsi yang dapat
ditimbulkan dalam laba perusahaan yang dilaporkan. FAS No.8 dikritik karena
menyebabkan hasil akuntansi yang tidak sesuai dengan kenyataan ekonomi.
Pengaruh yo-yo FAS No.8 terhadap laba perusahaan juga menimbulkan perhatian di
kalangan eksekutif sejumlah perusahaan multinasional. Mereka mengkhawatirkan
laba perusahaan yang dilaporkan akan terlihat lebih fluktuatif bila
dibandingkan dengan laba perusahaan domestic dan dengan demikian akan menekan
harga saham perusahaan.
1981-hingga kini
Pada bulan Mei 1978,
FASB mengundang komentar publik terhadap 12 pernyataan pertama yang
dikeluarkannya, dimana banyak yang menanggapi ketidakpuasan publik tentang FAS
No. 8 sehingga FASB mempertimbangkan kembali FAS No. 8 dan setelah melalui
banyak pertemuan dan dua draft sementara, menerbitkan Statement Of Financial
Accounting Standards No. 52 pada tahun 1981.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Proses penyajian ulang
informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut sebagai
translasi. Transaksi mata uang asing terjadi pada pasar spot, forward, atau
swap. Mata uang yang dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan
secepatnya, yaitu dalam waktu 2 hari kerja. Kurs pasar spot dipengaruhi oleh
banyak factor, termasuk perbedaan tingkat inflasi antar Negara, perbedaan suku
bunga nasional dan ekspektasi terhadap arah nilai tukar di masa mendatang.
Transaksi pada pasar
forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan
jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan.
Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan
spot atau pembelian forward, atas suatu mata uang secara bersamaan.
Dalam melakukan
translasi saldo dalam mata uang asing menjadi mata uang domestic dapat
digunakan 3 nilai tukar yaitu antar lain kurs rata-rata (average), kurs
historis (historical), dan Kurs kini (current).
Referensi :
Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek.
International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat.



0 komentar: